Benny Tjokrosaputro Dikaitkan dengan Usaha Perjudian di Indonesia.

Benny Tjokrosaputro Dikaitkan dengan Usaha Perjudian di Indonesia.

Benny Tjokrosaputro merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk properti dan perkebunan. Namun, belakangan ini dia dikaitkan dengan usaha perjudian yang mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan publik. Berikut adalah beberapa fakta yang perlu diketahui tentang keterlibatan Benny Tjokrosaputro dalam usaha perjudian di Indonesia.

1. Pengakuan Benny Tjokrosaputro

Pada tahun 2019, Benny Tjokrosaputro mengakui bahwa dirinya mendirikan sebuah perusahaan judi online yang berbasis di Filipina. Bisnis tersebut ia rintis bersama dengan dua rekannya, yakni Heru Hidayat dan Agus Suwage. Namun, setelah beberapa waktu beroperasi, Benny mengaku bahwa bisnis tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan akhirnya harus ditutup.

2. Kasus Suap Meikarta

Benny Tjokrosaputro juga terlibat dalam kasus suap Meikarta yang dilakukan bersama dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin. Dalam kasus tersebut, Benny diduga memberikan suap sebesar Rp 13 miliar untuk memuluskan proyek Meikarta. Namun, Benny membantah terlibat dalam kasus tersebut dan mengaku hanya memberikan donasi untuk kegiatan sosial.

3. Kerugian Negara Akibat Perjudian

Bisnis perjudian yang dijalankan oleh Benny Tjokrosaputro dan rekannya di Filipina dinilai merugikan negara Indonesia. Selain itu, bisnis tersebut juga melanggar undang-undang yang berlaku di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, kerugian negara akibat perjudian online mencapai Rp 11 triliun setiap tahunnya.

Keterlibatan Benny Tjokrosaputro dalam usaha perjudian memang menjadi sorotan publik dan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun, sebagai warga negara yang baik, kita harus tetap patuh pada hukum yang berlaku serta menghindari segala bentuk kegiatan ilegal seperti perjudian. Semoga dengan adanya penegakan hukum yang tegas, kegiatan perjudian di Indonesia dapat diminimalisir dan tidak merugikan negara serta masyarakat.

Leave a Reply